Selasa, 24 Agustus 2010

Langkah Pertama (bukan berarti sebuah awalan atau mukodimah)

Bissmillahiohmanirohim....

Aku pernah hidup

Sore yang cerah….. dibulan musim penghujan ini…

Ya…. Memang sejak pagi tadi sampe’ ku goreskan bolpoin ini , cuaca cukup cerah…..

Langit sangat biru…. Ditebari gumpalan-gumpalan putihnya awan di segala penjuru yang kulihat…..

Sebagian tubuh gunung Arjuna pun masih terlihat jelas didepanku kecuali puncaknya yang tertutupi deretan awan putih agak sedikit kelabu… di sebelah kanan agak jauh … bisa kulihat deretan gunung… mungkin salah satunya adalah si Semeru… di kiri tampak atap gedung rektorat universitas Brawijaya tempat kuliahku… atap itu mencuat diantara atap-atap perkampungan Mbetek, kampung yang kunilai secara subyektif sangat padat…(amat berjejal).

Ya… hari yang sangat cerah mengingat hampir tiap hari kota Malang ini diguyur hujan…

Sambil bersandar di tepi tandon air yang ada diatas kamar kos-kosan ini….. dapat kurasakan semilirnya angin menerpa tubuh_wajah_rambutku dan sesekali terdengar tekukurnya merpati milik bapak kos….

Kurasa ini suasana yang sangat cocok tuk mulai menulis… sekali lagi iya.... kondisi yang sangat pas... kecuali bau tahi merpati ini....

Tapi biarlah, bau ini tak kan mengalahkan semangatku untuk menulis....menulis.......

Aku tidak pernah membagun candi megah seperti Borobudur, Prambanan atau Penataran. Aku belum pernah menjadi penyanyi seperti Michael Jackson atau Iwan Fals.... aku juga bukan pemain bola seperti Batistuta atau Ronaldinho. Akupun bukan presiden Bush atau bapak Soeharto..... tapi aku hanya orang yang pernah mengunjungi candi-candi dan berfikir betapa luar biasa orang-orang pembuat candi itu... aku hanya orang yang sering menyimak lagu-lagu dan berfikir betapa berusahanya peracik sair-sair itu dalam mengindahkan kalimat-kalimat yang disenandungkan... aku hanya penggemar sepak bola yang meyakini dibutuhkan latihan, semangat dan kemauan yang keras untuk bisa bermain di Nou Cam Barca seperti Messi atau di Oldtrafod MU seperti Park Ji Sung... aku hanya rakyat kecil yang selalu di batasi oleh kebijakan-kebijakan yang entah dari mana datangnya... dan aku bukan orang besar seperti Jendral Sudirman atau Bung Hatta...

Ada aktivis yang menceritakan padaku bahwa Orang-orang besar itu melakukan hal-hal yang tidak di kerjakan atau dipikirkan oleh kebanyakan orang... dan dia sering digoda fikiranya untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja, tapi ia bisa mengalahkan goadaan itu dan tetap menjadi orang luar biasa dengan merasakan nikmatnya letih, gagal, caci maki, tekanan, rintangan, ancaman dan ujian-ujian lainya..... untuk sebuah kepentingan yang slalu ia yakini dan ia perjuangkan.....

Ya.... tapi aku orang biasa layaknya kebanyakan manusia biasa.... aku belum pernah mengerjakan sesuatu yang spektatuler sehingga namaku akan dikenang oleh banyak orang atau ditulis dalam deretan orang-orang ternama atau… entahlah … apapun yang bisa dijadikan bukti bahwa aku pernah hidup dibumi ini… bukti aku pernah menghirup ribuan gallon oksigen dari atmosfir ini… bukti bahwa aku Manusia yang pernah ada…

Dengan bolpoin ini …. dengan tulisan ini…. semoga tulisan ini bisa menjadi bukti bahwa saya pernah hidup…. Bukti bahwa aku pernah hadir di bumi ini... walaupun tak kubuat prasasti tuk ukir namaku meski tak kubangun musium untuk meninggalkan semua jejak hidupku.

Melalui tulisan ini akan kuceritakan kisah seseorang…. Seseorang itulah tokoh utama dalam cerita ini… tokoh itu bernama “ A K U “ …… aku dalam kisah ini bukanlah Supermen, Spidermen atau Pahlawan bertopeng…. Aku dicerita ini adalah manusia biasa yang perlu makan bila lapar, minum saat kehausan dan merasakan perih saat disayat….

Malang, 4 Januari 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar